BerandaSuara Anak NegeriBank Indonesia Perkuat Bauran Kebijakan untuk Menopang Investasi Sumatera

Bank Indonesia Perkuat Bauran Kebijakan untuk Menopang Investasi Sumatera

Kopi Times | Medan :
Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan untuk menopang investasi dan pertumbuhan ekonomi Sumatera. Kebijakan tersebut meliputi penjagaan likuiditas, penguatan insentif makroprudensial, digitalisasi sistem pembayaran, serta pengembangan UMKM dan ekonomi inklusif.

Direktur Departemen Regional Bank Indonesia, Tri Yanuarti, menyampaikan bahwa investasi tetap menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Sumatera.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Sumatra Investment Day 2026 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara di Medan pada 23 Juli 2026.

Investasi memiliki peran penting karena dapat mendorong kegiatan ekonomi dan mendukung pengembangan proyek di berbagai daerah. Namun, investasi membutuhkan lingkungan ekonomi yang stabil dan kebijakan yang mendukung kegiatan usaha.

Coffee banner ads with 3d illustratin latte and woodcut style decorations on kraft paper background

Bank Indonesia memperkuat dukungan tersebut melalui penjagaan likuiditas. Ketersediaan likuiditas menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran aktivitas ekonomi dan pembiayaan.

Bank Indonesia juga menyempurnakan insentif likuiditas makroprudensial.

Kebijakan ini ditempatkan sebagai bagian dari dukungan terhadap kegiatan ekonomi dan pembiayaan sektor yang memiliki peran dalam pertumbuhan.

Selain itu, Bank Indonesia melanjutkan pelonggaran kebijakan makroprudensial. Langkah tersebut menjadi bagian dari kebijakan untuk mendukung aktivitas ekonomi tanpa mengabaikan stabilitas.

Tri Yanuarti juga menekankan percepatan digitalisasi sistem pembayaran. Digitalisasi membantu menciptakan transaksi yang lebih cepat, efisien, dan mudah digunakan dalam kegiatan ekonomi.

Sistem pembayaran yang berkembang dapat mendukung kebutuhan pelaku usaha dan masyarakat. Bagi daerah, perluasan digitalisasi juga dapat membantu meningkatkan efisiensi transaksi dalam berbagai kegiatan ekonomi.

Bank Indonesia turut mengembangkan UMKM serta ekonomi dan keuangan inklusif. Dukungan terhadap UMKM penting karena usaha mikro, kecil, dan menengah menjadi bagian dari kegiatan ekonomi daerah.

Pengembangan ekonomi dan keuangan inklusif diarahkan agar lebih banyak pelaku ekonomi memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam pertumbuhan. Dengan demikian, manfaat pembangunan ekonomi dapat menjangkau kelompok yang lebih luas.

Bauran kebijakan tersebut tidak berjalan sendiri. Bank Indonesia juga memperkuat promosi investasi melalui Investor Relations Unit, Regional Investor Relations Unit, dan Global Investor Relations Unit.

Investor Relations Unit atau IRU berperan dalam memperkuat komunikasi dengan investor. Regional Investor Relations Unit atau RIRU mendukung promosi potensi investasi di tingkat daerah.

Sementara itu, Global Investor Relations Unit atau GIRU memperkuat hubungan dan komunikasi dengan investor pada tingkat internasional. Sinergi ketiga unit tersebut membantu memperluas jangkauan promosi investasi.

Sumatra Investment Day 2026 menjadi wujud dari sinergi promosi tersebut. Forum ini mempertemukan investor dengan pemerintah dan pemilik proyek dari berbagai wilayah di Sumatera.

Investor yang hadir berasal dari Indonesia, Tiongkok, Korea Selatan, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, Jepang, dan India. Pertemuan dengan investor dari berbagai negara membuka ruang kerja sama yang lebih luas.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M. Moesa, mengatakan perekonomian Sumatera pada 2026 tumbuh sebesar 5,13 persen secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut diprakirakan tetap berada di atas 5 persen. Inflasi juga terjaga pada kisaran sasaran 2,5 persen dengan toleransi sebesar 1 persen.

Pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang terjaga menjadi bagian dari kondisi yang mendukung kepercayaan investor. Stabilitas membantu pelaku usaha membuat perencanaan dan menilai prospek pasar secara lebih terukur.

Namun, stabilitas ekonomi tetap perlu dilengkapi dengan kesiapan proyek, pelayanan investasi, dan sinergi.

antarpemangku kepentingan. Karena itu, Bank Indonesia bekerja sama dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha.

Ameriza menegaskan bahwa keberhasilan investasi membutuhkan kolaborasi yang kuat. Sumatra Investment Day 2026 diharapkan dapat mempercepat realisasi investasi yang berkualitas.

Dukungan Bank Indonesia melalui bauran kebijakan dan promosi investasi diarahkan untuk menciptakan lingkungan ekonomi yang kondusif. Kebijakan tersebut juga diharapkan memperkuat transformasi ekonomi Sumatera.

Dengan stabilitas yang terjaga, digitalisasi yang berkembang, UMKM yang semakin kuat, dan promosi investasi yang terkoordinasi, Sumatera mempunyai peluang untuk meningkatkan daya saingnya.

Sinergi kebijakan menjadi penting agar investasi tidak hanya masuk, tetapi juga menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat. (Red/*)

Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini