BerandaNasionalEkonomi Sumatera Tumbuh 5,13 Persen, Peluang Investasi Menguat

Ekonomi Sumatera Tumbuh 5,13 Persen, Peluang Investasi Menguat

Kopi Times | Medan :
Ekonomi Sumatera pada 2026 tercatat tumbuh sebesar 5,13 persen secara tahunan atau year-on-year. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu dasar untuk memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi kawasan Sumatera.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M. Moesa, menyampaikan perkembangan ekonomi tersebut dalam Sumatra Investment Day 2026 yang diselenggarakan di Medan pada 23 Juli 2026.

Menurut Ameriza, pertumbuhan ekonomi Sumatera diprakirakan tetap berada di atas 5 persen. Kondisi tersebut juga didukung inflasi yang terjaga pada kisaran sasaran 2,5 persen dengan rentang toleransi sebesar 1 persen.

Pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga menjadi dua unsur penting dalam membangun iklim investasi. Pertumbuhan menunjukkan adanya perkembangan kegiatan ekonomi, sedangkan inflasi yang terkendali membantu menjaga kepastian biaya dan daya beli masyarakat.

Coffee banner ads with 3d illustratin latte and woodcut style decorations on kraft paper background

Bagi investor, kondisi ekonomi yang stabil dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan lokasi investasi. Pelaku usaha umumnya membutuhkan lingkungan ekonomi yang memiliki prospek pertumbuhan, tingkat permintaan yang memadai, dan kebijakan yang mendukung kegiatan usaha.

Sumatera memiliki modal ekonomi yang cukup kuat untuk menarik investasi. Selain pertumbuhan ekonomi, kawasan ini memiliki posisi geografis yang berada di jalur perdagangan maritim internasional.

Posisi tersebut memberi peluang bagi Sumatera untuk memperkuat hubungan perdagangan dan investasi dengan berbagai negara. Kedekatan dengan jalur perdagangan juga membuka ruang pengembangan kegiatan produksi, distribusi, pariwisata, dan sektor ekonomi lainnya.

Namun, pertumbuhan ekonomi tidak hanya perlu dilihat dari besarnya angka. Pertumbuhan juga perlu memberikan manfaat kepada masyarakat, membuka kesempatan usaha, memperkuat UMKM, serta meningkatkan nilai tambah komoditas daerah.

Karena itu, investasi yang masuk ke Sumatera diharapkan merupakan investasi berkualitas. Investasi tidak hanya dinilai dari jumlah modal, tetapi juga dari kontribusinya terhadap kegiatan ekonomi daerah dan masyarakat.

Sumatra Investment Day 2026 menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan prospek tersebut kepada investor. Forum ini mempertemukan calon investor dengan pemilik proyek dari berbagai wilayah di Sumatera.

Investor dapat memperoleh informasi mengenai potensi proyek melalui pertemuan langsung. Pada saat yang sama, pemerintah daerah dan pemilik proyek dapat menjelaskan peluang ekonomi yang tersedia secara lebih terstruktur.

Ameriza mengajak investor memanfaatkan peluang investasi unggulan yang dipromosikan dalam forum tersebut.

Pertemuan satu lawan satu atau one-on-one meeting disediakan untuk memperkuat pembahasan antara investor dan pemilik proyek.

Kehadiran investor dari Indonesia, Tiongkok, Korea Selatan, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, Jepang, dan India menunjukkan luasnya jangkauan promosi investasi Sumatera.

Perhatian investor dari berbagai negara perlu diikuti dengan kesiapan daerah. Proyek yang ditawarkan harus memiliki penjelasan yang jelas, proses pelayanan yang pasti, serta dukungan dari pemerintah dan pemangku kepentingan terkait.

Mewakili Gubernur Sumatera Utara, Sulaiman Harahap menegaskan bahwa Sumatera memiliki potensi sumber daya alam dan proyek strategis yang besar.

Potensi tersebut perlu dikelola agar menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Pengembangan investasi juga diharapkan memperkuat daya saing UMKM dan mendorong komoditas unggulan daerah. Dengan pendekatan tersebut, investasi dapat memberi dampak yang lebih luas dan tidak hanya berpusat pada kepentingan proyek.

Bank Indonesia mendukung kondisi ekonomi melalui bauran kebijakan. Dukungan tersebut meliputi penjagaan likuiditas, penyempurnaan insentif likuiditas makroprudensial, pelonggaran kebijakan makroprudensial, dan percepatan digitalisasi sistem pembayaran.

Bank Indonesia juga mendukung pengembangan UMKM serta ekonomi dan keuangan inklusif. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi daerah.

Pertumbuhan ekonomi Sumatera sebesar 5,13 persen menjadi modal penting. Namun, keberlanjutan pertumbuhan membutuhkan investasi yang produktif, tata kelola yang baik, dan sinergi antarlembaga.

Melalui Sumatra Investment Day 2026, pertumbuhan ekonomi diharapkan dapat diterjemahkan menjadi peluang usaha yang nyata. Investasi yang terealisasi selanjutnya diharapkan memperkuat transformasi ekonomi Sumatera yang inklusif dan berkelanjutan. (Red/*)

Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini