Kopi Times – Transformasi digital pembayaran Indonesia mendapat pengakuan internasional. Keberhasilan Bank Indonesia membangun ekosistem pembayaran digital yang cepat, efisien, dan inklusif menjadi rujukan praktik baik di tingkat global. Pengakuan itu datang dari Islamic Development Bank yang menilai Indonesia berhasil memperkuat fondasi ekonomi dan keuangan syariah melalui inovasi sistem pembayaran.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Presiden IsDB, Muhammad Sulaiman Al Jasser, dalam forum IsDB Townhall Strategic Lecture on Digital Transformation di Jeddah, Arab Saudi, 12 Februari. Ia menilai kepemimpinan Indonesia, khususnya Bank Indonesia, berperan penting dalam penguatan ekonomi syariah global sekaligus mendorong lahirnya berbagai proyek prioritas IsDB di Indonesia, terutama di sektor kesehatan.
Transformasi digital sistem pembayaran menjadi fokus utama pembahasan forum yang dihadiri perwakilan 56 negara anggota IsDB. Dalam kesempatan itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh tata kelola yang kuat, sinergi lintas sektor, inovasi berkelanjutan, serta kepemimpinan organisasi.

Perry menjelaskan implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia telah membawa perubahan nyata. Penguatan QRIS, layanan BI-FAST, serta konektivitas pembayaran lintas batas mendorong transaksi lebih cepat, murah, dan memperluas akses keuangan masyarakat.
Transformasi digital BI selanjutnya diarahkan menuju konsep Integrated Digital Central Bank. Strategi ini ditempuh melalui pemanfaatan data dan kecerdasan artifisial, digitalisasi proses pengambilan keputusan, serta penguatan tata kelola dan budaya kerja digital. Tujuannya adalah menghasilkan kebijakan yang lebih responsif sekaligus meningkatkan efisiensi operasional bank sentral.
Pengalaman Indonesia dalam mengembangkan QRIS dan BI-FAST dinilai memiliki potensi besar untuk direplikasi negara anggota IsDB. Model transformasi tersebut dipandang mampu mempercepat pembaruan proses kerja dan memperkuat organisasi yang lebih adaptif serta agile di sektor keuangan.
Rangkaian kegiatan di Jeddah diawali pertemuan bilateral antara Gubernur Perry sebagai Alternate Governor IsDB dari Indonesia dengan Presiden IsDB.
Pertemuan itu menegaskan komitmen Indonesia sebagai mitra strategis IsDB, termasuk peran Indonesia sebagai salah satu pemegang investasi sukuk IsDB sekaligus kontributor modal terbesar.
Ke depan, kedua institusi sepakat memperluas kolaborasi yang lebih konkret. Fokus kerja sama mencakup penguatan transformasi digital, konektivitas sistem pembayaran, serta pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan memberi manfaat luas bagi negara anggota dan memperkuat peran Indonesia dalam arsitektur keuangan global. (Red/*)



