Kopi Times | Medan :
GAMKIÂ Sumut menggelar Pendidikan Kader Tingkat Madya pada 28-29 Agustus 2026 di Gedung BPSDM Provinsi Sumatera Utara, Jalan Ngalengko No. 1, Medan.
Kegiatan yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia atau DPD GAMKI Provinsi Sumatera Utara itu dihadiri perwakilan Dewan Pimpinan Cabang atau DPC GAMKIÂ se-Sumatera Utara.
Pendidikan kader tersebut menjadi ruang pembinaan bagi kader GAMKI untuk memperkuat kesatuan, pelayanan, serta tanggung jawab dalam kehidupan organisasi dan masyarakat.

Dalam ibadah pada kegiatan tersebut, Pdt. Krisman Saragih, S.Th. mengajak para kader untuk menjadikan kesetiaan, kejujuran, dan ketaatan sebagai nilai yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Untuk setiap hari, maka persembahkan SEJUTA, yaitu setia, jujur, dan taat. Itulah yang dikehendaki oleh Tuhan,” ujar Pdt. Krisman Saragih.
Ia juga menekankan pentingnya pendidikan kader sebagai bagian dari proses membangun kualitas dan kesiapan generasi muda Kristen.
Melalui Pendidikan Kader Tingkat Madya tersebut, ia menyampaikan keyakinan bahwa kader yang memiliki nilai, karakter, dan semangat pelayanan dapat memberikan kontribusi bagi kebangkitan Indonesia.
GAMKI Sumut Tekankan Pentingnya Kesatuan
GAMKI Sumut juga mengangkat pesan tentang pentingnya kesatuan di antara umat percaya. Pesan tersebut merujuk pada Yohanes 17:20-21 yang berisi doa Yesus bagi para pengikut-Nya agar hidup dalam kesatuan.
Ayat tersebut menegaskan bahwa kesatuan umat percaya tidak hanya berkaitan dengan kehidupan internal, tetapi juga memiliki nilai kesaksian kepada dunia.
Dalam konteks kegiatan kaderisasi GAMKI, nilai kesatuan menjadi penting karena organisasi membutuhkan kerja sama, kebersamaan, dan komitmen dari seluruh kader untuk menjalankan pelayanan secara efektif.
Kesatuan juga menjadi dasar agar kader tidak hanya bergerak untuk kepentingan pribadi, tetapi mampu membangun organisasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Semangat yang dibangun dalam kegiatan tersebut adalah menjadikan kesatuan GAMKI sebagai kesaksian sehingga masyarakat dapat melihat nilai-nilai iman melalui kehidupan dan pelayanan para kader.
Selain Yohanes 17:20-21, pesan dalam kegiatan tersebut juga dikaitkan dengan 1 Korintus 14:26.
Ayat itu menegaskan bahwa setiap orang yang berkumpul memiliki sesuatu yang dapat diberikan untuk membangun kehidupan bersama.
Pesan tersebut relevan dengan proses kaderisasi karena setiap kader GAMKI memiliki kemampuan dan tanggung jawab yang dapat digunakan untuk memperkuat organisasi.
Keragaman kemampuan tidak dipandang sebagai penghalang. Sebaliknya, setiap kemampuan perlu diarahkan untuk tujuan yang membangun.
Dalam kehidupan organisasi, prinsip tersebut dapat diwujudkan melalui partisipasi aktif, kerja sama, pembagian tanggung jawab, serta kesiapan memberikan gagasan dan tenaga bagi pelayanan.
Karena itu, Pendidikan Kader Tingkat Madya tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan organisasi. Kegiatan tersebut juga mendorong kader memahami peran masing-masing dan menggunakan kemampuan yang dimiliki bagi kepentingan bersama.
Pendidikan Kader Jadi Ruang Penguatan Organisasi
Pendidikan Kader Madya GAMKI Sumut menjadi bagian dari proses pembentukan kader yang memiliki karakter, integritas, serta semangat pelayanan.
Nilai setia, jujur, dan taat yang disampaikan dalam ibadah menjadi pesan penting dalam pembinaan kader.
Kesetiaan diperlukan untuk menjaga komitmen terhadap tugas. Kejujuran menjadi dasar dalam membangun kepercayaan. Sementara ketaatan diperlukan agar kader mampu menjalankan tanggung jawab sesuai nilai dan aturan organisasi.
Melalui kegiatan selama dua hari tersebut, DPD GAMKI Sumatera Utara mempertemukan kader dari berbagai DPC se-Sumatera Utara dalam satu ruang pembinaan.
Pertemuan tersebut sekaligus memperkuat hubungan antarkader serta membangun kesamaan pemahaman mengenai pentingnya persatuan dan kontribusi nyata dalam pelayanan.
Dengan semangat kesatuan, GAMKI diharapkan terus membangun kader yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu menghadirkan nilai-nilai pelayanan dalam kehidupan masyarakat. (Red/*)



