Kopi Times – Kecerdasan artifisial atau AI di sektor keuangan menjadi salah satu pembahasan dalam Central Banking Services Festival atau CB Fest 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Senin, 28 September 2026.
Pemanfaatan AI dan generative AI dinilai memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mendorong transformasi pengelolaan dan pelaporan ekonomi dan keuangan.
Perkembangan tersebut membuka peluang menuju penerapan intelligent reporting atau sistem pelaporan yang semakin memanfaatkan kemampuan teknologi.
Namun, penggunaan teknologi tetap perlu berjalan bersama dengan transparansi, akuntabilitas, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia pada fungsi keuangan.

AI Dorong Efisiensi Sektor Keuangan
Pemanfaatan AI dalam sektor keuangan menjadi semakin relevan ketika industri menghadapi perubahan teknologi dan dinamika ekonomi global.
CB Fest 2026 menyoroti potensi AI dan generative AI dalam membantu meningkatkan efisiensi.
Teknologi tersebut juga membuka peluang transformasi dari mekanisme pelaporan konvensional menuju intelligent reporting.
Transformasi teknologi tetap membutuhkan tata kelola yang memadai.
Transparansi dan akuntabilitas menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam pemanfaatan AI untuk fungsi keuangan.
Kompetensi sumber daya manusia juga perlu diperkuat agar penggunaan teknologi berjalan sejalan dengan kebutuhan pengelolaan keuangan.
Teknologi Jadi Bagian dari Ketahanan Keuangan
CB Fest 2026 tidak memisahkan perkembangan teknologi dari persoalan ketahanan sektor keuangan.
Forum tersebut menggarisbawahi bahwa ketidakpastian global membutuhkan kebijakan yang adaptif, manajemen risiko yang kuat, dan pemanfaatan teknologi.
Ketiga unsur tersebut menjadi bagian dalam upaya memperkuat kemampuan sektor keuangan menghadapi perubahan.
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan ketahanan perlu dibangun sebelum krisis melalui kebijakan kredibel, institusi yang kuat, tata kelola yang baik, adaptasi berkelanjutan, dan kerja sama.
Sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan juga diperlukan untuk merespons perubahan ekonomi serta perkembangan teknologi.
Pakar Teknologi dan Praktisi Keuangan Bertemu
Pembahasan CB Fest 2026 melibatkan akademisi teknologi dari Institut Teknologi Bandung dan University of Melbourne.
Praktisi data dan analitik sektor keuangan dari Deloitte dan J.P. Morgan Asia Pacific juga terlibat dalam rangkaian diskusi.
Selain perkembangan teknologi, forum menghadirkan pakar geopolitik dan ekonomi dari Centre for Strategic and International Studies atau CSIS.
Pertemuan berbagai bidang tersebut menjadi bagian dari pembahasan mengenai ketahanan sektor keuangan di tengah perubahan geopolitik dan teknologi.
Pemanfaatan AI memberikan peluang untuk meningkatkan efisiensi fungsi keuangan, tetapi penerapannya tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknologi.
Transparansi, akuntabilitas, serta kompetensi orang yang menggunakan teknologi menjadi bagian penting dalam proses transformasi.
CB Fest 2026 menempatkan perkembangan teknologi tersebut dalam konteks yang lebih luas, yaitu membangun layanan dan pengelolaan keuangan yang adaptif terhadap perubahan.
Kolaborasi antara bank sentral, pemerintah, otoritas sektor keuangan, industri, akademisi, dan praktisi menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan tersebut.
Melalui penguatan tata kelola, kompetensi, manajemen risiko, dan penggunaan teknologi, transformasi digital di sektor keuangan diarahkan untuk mendukung ketahanan sekaligus pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (Rel/”)



