BerandaInternasionalCB Fest 2026 Soroti Risiko Geopolitik dan Ketahanan Sektor Keuangan

CB Fest 2026 Soroti Risiko Geopolitik dan Ketahanan Sektor Keuangan

Kopi Times – Risiko geopolitik dan ketahanan sektor keuangan menjadi perhatian dalam Central Banking Services Festival atau CB Fest 2026 yang berlangsung di Hotel Kempinski, Jakarta, Senin, 28 September 2026.

Forum tahunan tersebut mempertemukan bank sentral, otoritas sektor keuangan, kementerian dan lembaga, industri perbankan, serta asosiasi internasional.

CB Fest 2026 mengangkat tema Strengthening Financial Services Resilience Amid Escalating Geopolitical Risk to Support Economic Growth.

Tema tersebut menempatkan kemampuan sektor keuangan menghadapi perubahan geopolitik sebagai bagian penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi.

Coffee banner ads with 3d illustratin latte and woodcut style decorations on kraft paper background

Ketahanan Harus Dibangun Sebelum Krisis

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan ketahanan tidak hanya berarti kemampuan menghadapi krisis.

Menurutnya, ketahanan juga mencakup kemampuan untuk beradaptasi dan mempertahankan kepercayaan publik.

Karena itu, fondasi ketahanan perlu dibangun sebelum krisis terjadi.

Juda menekankan pentingnya kebijakan yang kredibel, institusi yang kuat, tata kelola yang baik, adaptasi secara berkelanjutan, serta kerja sama.

Sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan juga diperlukan untuk merespons perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi.

Geopolitik Bisa Berdampak pada Stabilitas Keuangan

CB Fest 2026 membahas perubahan geopolitik serta dampaknya terhadap perekonomian dan stabilitas keuangan.

Pembahasan juga mencakup berbagai respons yang perlu dipersiapkan oleh otoritas dan industri.

Diskusi menghadirkan pakar geopolitik dan ekonomi dari Centre for Strategic and International Studies atau CSIS.

Akademisi teknologi dari Institut Teknologi Bandung dan University of Melbourne turut terlibat.

Forum juga menghadirkan praktisi data dan analitik sektor keuangan dari Deloitte dan J.P. Morgan Asia Pacific.

Kebijakan Adaptif dan Manajemen Risiko Diperkuat

Pembahasan dalam CB Fest 2026 menggarisbawahi bahwa ketidakpastian global membutuhkan respons kebijakan yang adaptif.

Manajemen risiko juga perlu diperkuat agar sektor keuangan memiliki kemampuan lebih baik dalam menghadapi perubahan lingkungan ekonomi.

Teknologi menjadi bagian lain yang mendapat perhatian karena dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan sektor keuangan.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas A. M. Djiwandono menekankan bahwa kredibilitas kebijakan perlu berjalan bersama dengan kredibilitas operasional.

Meluasnya hubungan ekonomi dan keuangan lintas negara membuat layanan kebanksentralan yang aman, efisien, dan andal semakin diperlukan.

CB Fest menjadi ruang bagi berbagai pihak untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi dinamika ekonomi global serta perkembangan transaksi lintas negara pada era digital.

Forum tersebut juga diarahkan untuk memperkuat posisi strategis Bank Indonesia dalam lanskap keuangan global.

Melalui CB Fest 2026, kolaborasi antarbank sentral dan kerja sama strategis diharapkan semakin kuat.

Forum ini juga diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk memperkuat ketahanan layanan dan pengelolaan keuangan yang adaptif terhadap risiko geopolitik. (Rel/*)

CB Fest 2026, risiko geopolitik, ketahanan sektor keuangan, Bank Indonesia, Juda Agung, Thomas Djiwandono, ekonomi global, stabilitas keuangan, kebijakan moneter, kebijakan fiskal, industri perbankan, manajemen risiko, pertumbuhan ekonomi. (Rel/*)

Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini