BerandaAkademikaTafsir Mimpi Umar Khayyam

Tafsir Mimpi Umar Khayyam

Screenshot 20210123 194730

Foto : Ist

Kopi Times – Mimpi itu terbagi menjadi tiga macam: Bisikan hati, ditakuti setan, dan kabar gembira dari Allah. (HR. Bukhari)

Pernahkah anda bermimpi sampai terbangun dari tidur, tapi tidak tahu apa pesan-nya untuk kehidupan?
Jika iya, kitab klasik karya Umar Khayyam (1048-1131 M) ini mungkin bisa membantu anda. 

Coffee banner ads with 3d illustratin latte and woodcut style decorations on kraft paper background

Ditulis sejak 1000 tahun yang lalu, buku yang terdiri dari 20 bab ini menjelaskan secara lengkap berbagi mimpi yang mungkin pernah atau akan kita alami.


Umar Khayyam adalah ulama asal persia yang selama ini lebih dikenal sebagai ilmuwan di bidang astronomi, matematika, dan sastra. Salah satu karya termasyhurnya adalah Rubaiyat Umar Khayam. Namun begitu, tak banyak yang tahu, beliau juga menulis buku tentang tafsir mimpi. Dan tentu saja, karyanya ini jauh sebelum kehadiran buku-buku soal mimpi di barat, seperti karya Sigmund Freud dengan The Interpretation of Dream-nya di abad ke 20.


Pesan penting buku ini adalah bahwa mimpi kita sehari-hari, pada dasarnya, jika bisa diinterpretasikan secara tepat, dapat membantu kita untuk mengambil keputusan-keputusan penting dalam hidup kita sehari-hari.


Apa Isi Buku ini?


Takwil mimpi melihat benda langit
Tafsir mimpi melihat berbagai jenis hewan
Takwil mimpi melakukan segala aktivitas
Semua tentang interpretasi atas mimpi

Siapa Penulis Buku ini? 
Ghiyts ad-Din Abulfatah ‘Umar bin Ibrahim Khayymi an-Naisbri, dikenal dengan nama Umar Khayyam. Secara bahasa, khayyam berarti pembuat tenda. Dinamakan dengan sebutan itu, karena ayahnya, Ibrahim, berprofesi sebagai pembuat tenda. Umar Khayyam sejatinya merupakan seorang penyair besar dan ilmuwan muslim yang menguasai matematika, filsafat, dan astronomi.


Umar Khayyam juga mewariskan metode ilmiah dan sastra yang berpengaruh di dunia, sehingga diberi julukan Hujjatul Haq (pembela kebenaran).


Abu al-Qasim Mahmud Umar az-Zamakhsyari menyebutnya sebagai The philosopher of the world (filsuf dunia).


Umar khayyam lahir pada tahun 439 H/1048 M di Naisabur, Khurasan. Khayyam kecil tinggal di kota Naisabur yang merupakan pusat keilmuan di Persia kala itu. Sejak kecil, Umar Khayyam sudah memperoleh pendidikan yang baik dari orang tuanya. Salah seorang gurunya adalah imam Muwaffak Naisaburi, seorang pendidik yang terkenal dan tersohor pada masa itu. Di kota kelahirannya ini, ia mendalami berbagai macam ilmu agama, filsafat, matematika, dan astronomi hingga akhirnya dia mengembara ke kota Bukhara pada tahun 460 H/1068 M.


Di kota (Bukhara) ini ia habiskan waktunya dengan mengunjungi perpustakaan al-Falak al-Marmuqah. Kemudian pada tahun 462 H/1070 M, dia berpindah ke kota Samarkand, Uzbekistan. Di sana, Umar Khayyam mendapat bantuan dari Abu Thahir, ketua para hakim sekaligus ahli hukum terkemuka di Samarkand, sehingga hal ini memungkinkannya untuk menulis karyanya yang paling terkenal, yaitu risalah tentang demonstrasi perihal al-Jabar. 


Pada tahun 1073 M, Malik Syah, penguasa Isfahan, mengundang Khayyam untuk membangun dan mengelola sebuah observatorium di Isfahan bersama-sama dengan astronom terkemuka lainnya, seperti Abu al-Muzaffar Isfazari, Maimun ibn Najib al-Wasithi, dan Abdu ar-Rahman Khazeni di bawah arahan Umar Khayyam. Misinya ialah mereformasi kalender matahari tua Persia, yang telah digantikan oleh kalender hijriah. Menurut perhitungan Umar Khayyam, masa satu tahun adalah 365,24219858156 hari. Dan di sinilah mula-mula Khayyam menggali dan mempelajari karya Euklides dan Apollonius.


Setelah meninggalnya Malik Syah dan menterinya, Umar Khayyam sempat meneruskan pekerjaannya sebelum akhirnya diberhentikan oleh pengganti sultan Malik Syah (ada yang mengatakan bahwa penggantinya tersebut adalah sultan Ahmad Sanjar). Hal ini mendorong dirinya meninggalkan kota kelahirannya, Naisabur, dan mengembara ke berbagai negeri untuk meningkatkan diri sebagai ilmuwan. 

Dalam pengembaraannya itu, dia sempat menunaikan ibadah haji ke kota Mekkah. Seusai masa pengembaraannya, Umar Khayyam kembali ke Naisabur dan menghabiskan masa tua di kampung halamannya itu.


Sebagai pujangga, nama Umar Khayyam dikenal dengan syair rubaiyyat-nya yang kemudian banyak diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Yang paling kesohor ialah rubaiyat yang dialih bahasakan ke dalam bahasa inggris oleh Edward Fitz Gerrald (penulis Inggris tahun 1859) dengan judul The Rubaiyat of Omar Khayyam. Friedrich Von Bodenstedt (1819) menerjemahkannya ke dalam bahasa Jerman.


Apa Keunggulan Buku Ini?
Ditulis oleh Umar Khayyam, seorang ilmuwan muslim yang dikenal pakar dalam bidang matematika, sastra, filsafat, dan astronomi.
Buku ini merupakan karya langka dari tangan seorang ilmuwan besar muslim. 

Judul : Tafsir Mimpi Umar Khayyam 
Penulis : Umar Khayyam
Penerjemah : Fuad Syaifudin Nur
Tebal : 216
Ukuran : 13 x 19 cm 
Cover : Soft Cover
ISBN :978-623-7327-46-2
Penerbit : Turos Pustaka
Terbit : Oktober 2020
Berat : 350 gram

Harga : Rp 110.000,-

Info pemesanan, Wa : 081371662013

Terima kasih 

#TafsirMimpi

#UmarKhayyam

Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini