BerandaBIBI Hadirkan Layanan Penukaran Rupiah di Empat Pulau Terpencil

BI Hadirkan Layanan Penukaran Rupiah di Empat Pulau Terpencil

Kopi Times | Medan :
Bank Indonesia (BI) menghadirkan layanan penukaran uang Rupiah bagi masyarakat di empat pulau di Sumatera Utara dan Aceh melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026. Kegiatan ini berlangsung pada 27 Oktober hingga 1 November 2026 dengan dukungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Empat pulau yang menjadi sasaran layanan tersebut adalah Pulau Sembilan dan Pulau Kampai di Sumatera Utara, serta Pulau Pusong dan Pulau Sabang di Aceh.

Melalui ekspedisi ini, BI berupaya memastikan masyarakat kepulauan memperoleh uang Rupiah yang layak digunakan untuk transaksi sehari-hari.

Masyarakat Bisa Menukar Uang Lusuh

Layanan penukaran uang dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 ditujukan kepada masyarakat yang membutuhkan uang Rupiah layak edar.

Coffee banner ads with 3d illustratin latte and woodcut style decorations on kraft paper background

Masyarakat dapat menukarkan uang yang sudah lusuh dengan uang Rupiah yang kondisinya lebih baik. BI juga menyediakan pecahan uang sesuai kebutuhan masyarakat.

Layanan ini penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat kepulauan, terutama nelayan, pedagang, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang masih menggunakan uang tunai dalam kegiatan sehari-hari.

Dengan tersedianya uang layak edar, masyarakat diharapkan dapat melakukan transaksi secara lebih lancar.

BI Berikan Edukasi Mengenai Keaslian Rupiah

Selain membuka layanan penukaran uang, tim ekspedisi juga memberikan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah kepada masyarakat di sejumlah pulau yang disinggahi.

Edukasi tersebut mencakup pengenalan ciri-ciri keaslian uang Rupiah dan pentingnya menjaga kondisi fisik uang agar tetap baik.

Melalui kegiatan ini, BI mengajak masyarakat untuk lebih teliti ketika menerima uang tunai dan membiasakan diri merawat uang Rupiah yang digunakan dalam transaksi sehari-hari.

Gunakan Kapal Perang untuk Menjangkau Pulau

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 menggunakan KRI Bung Karno-369. Kapal tersebut membawa 25 Pejuang Rupiah yang berasal dari berbagai kantor perwakilan BI dan satuan kerja Kantor Pusat BI.

Perjalanan tim dimulai dari Belawan, Medan, dan berakhir di Pulau Sabang, Aceh.

Penggunaan kapal TNI AL mendukung upaya BI menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan distribusi uang.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M. Moesa, menjelaskan bahwa kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat yang berbeda memerlukan pendekatan pelayanan yang sesuai dengan karakteristik setiap wilayah.

Menurutnya, ERB melengkapi distribusi uang Rupiah melalui perbankan dan layanan kas keliling, terutama untuk menjangkau wilayah kepulauan yang sulit dilayani melalui jalur tersebut.

BI Dorong Kelancaran Ekonomi Masyarakat Kepulauan

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di Sumatera Utara menjadi bagian dari upaya BI memperluas akses masyarakat terhadap uang Rupiah layak edar.

Dukungan pemerintah daerah dan berbagai mitra diharapkan dapat memperlancar pelaksanaan kegiatan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah kepulauan.

BI juga mengajak pemerintah daerah, perbankan, dan mitra terkait untuk terus meningkatkan jangkauan serta kualitas layanan keuangan di seluruh Indonesia, termasuk wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).

Melalui upaya tersebut, ketersediaan uang Rupiah diharapkan tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari dengan lebih lancar. (Red/Hery Buha Manalu)

Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini