BerandaAkademikaPKKMB STT Paulus Medan 2026, Mahasiswa Diajak Berintegritas dan Berdampak

PKKMB STT Paulus Medan 2026, Mahasiswa Diajak Berintegritas dan Berdampak

Kopi Times | Medan :
PKKMB STT Paulus Medan 2026 menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk memahami bahwa pendidikan teologi bukan hanya tentang menguasai ilmu, tetapi juga tentang membentuk karakter, mengembangkan kompetensi, dan menghadirkan dampak bagi gereja serta masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan dalam seminar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Sekolah Tinggi Teologi (STT) Paulus Medan pada Senin, 7 September 2026.

Seminar dibawakan oleh Dr. Adolfina Elisabeth Koamesakh.,M.Th., M.Hum. dengan mengambil refleksi dari Injil Matius 5:13–16 tentang garam dan terang.

Menghubungkan Ilmu dan Kehidupan Iman

Seminar mengajak mahasiswa baru melihat bahwa pengetahuan dan spiritualitas tidak seharusnya berjalan secara terpisah.

Coffee banner ads with 3d illustratin latte and woodcut style decorations on kraft paper background

Dalam pendidikan teologi, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami Alkitab dan berbagai pengetahuan teologi. Mereka juga diajak menghidupi ilmu tersebut melalui cara berpikir, membaca, berefleksi, berdoa, dan menjalankan kehidupan berdasarkan iman.

Pertanyaan mengenai hubungan spiritualitas dan ilmu pengetahuan menjadi bagian penting dalam refleksi tersebut.

Mahasiswa diajak memikirkan bagaimana seseorang menemukan dan mengembangkan spiritualitasnya ketika berhadapan dengan ilmu pengetahuan.

Pertanyaan ini menjadi relevan karena proses pendidikan teologi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami teks, tetapi juga dengan pembentukan kehidupan.

Pendidikan Bukan Sekadar Mengejar Pengetahuan

Pembahasan kemudian diarahkan pada pemahaman mengenai manusia.
Dalam perspektif filsafat yang disampaikan dalam seminar, manusia dipahami sebagai subjek sekaligus objek penelaahan.

Manusia memiliki badan dan jiwa, kemampuan berpikir, kesadaran akan keberadaan dan kebebasan, serta kehidupan yang selalu berkaitan dengan sesama dan kebudayaan.

Manusia juga merupakan makhluk yang mencari kebenaran.

Sebagai makhluk sosial, manusia mengembangkan dirinya melalui hubungan dengan orang lain. Manusia juga memiliki kemampuan untuk menciptakan, mengembangkan pengetahuan, dan menggunakan berbagai sarana untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Karena itu, pendidikan tidak hanya dipahami sebagai proses menambah pengetahuan. Pendidikan juga merupakan proses menemukan dan membentuk diri.

Memikirkan Masa Depan
Refleksi tersebut kemudian diarahkan kepada kehidupan mahasiswa baru secara pribadi.

Pertanyaan yang perlu dijawab bukan hanya apa yang akan dipelajari selama kuliah, tetapi juga siapakah diri mereka selama menjalani pendidikan dan akan menjadi manusia seperti apa setelah menyelesaikan pendidikan.

Pertanyaan tersebut menjadi penting karena kompetensi tidak terbentuk secara instan.

Kompetensi membutuhkan proses. Proses tersebut mencakup pembelajaran, kedisiplinan, pengalaman, refleksi, serta kemauan untuk terus berkembang.

Karena itu, mahasiswa tingkat pertama tidak sekadar sedang memulai perkuliahan.

Mereka juga sedang memulai proses pembentukan diri sebagai calon pemimpin dan pelayan di tengah gereja dan masyarakat.

Berintegritas, Berilmu, dan Berdampak
PKKMB STT Paulus Medan 2026 mengusung tema “Berintegritas, Berilmu, dan Berdampak bagi Gereja dan Masyarakat.”

Tema tersebut memiliki subtema “Melalui PKKMB, STT Paulus Medan Mempersiapkan Generasi yang Berdampak bagi Gereja dan Masyarakat.”

Melalui tema tersebut, proses pendidikan ditempatkan sebagai perjalanan yang tidak hanya bertujuan menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan.

Pendidikan juga diarahkan pada pembentukan pribadi yang mampu membawa nilai dan memberikan dampak dalam kehidupan bersama.

Dalam konteks tersebut, integritas, ilmu, dan dampak menjadi tiga hal yang saling berkaitan. Pengetahuan perlu disertai karakter. Karakter perlu diwujudkan dalam kehidupan. Sementara kompetensi perlu diarahkan untuk memberikan manfaat bagi sesama.

PKKMB Memperkenalkan Kehidupan Kampus

Rangkaian PKKMB STT Paulus Medan 2026 tidak berhenti pada seminar.
Mahasiswa baru juga mengikuti materi mengenai hak dan kewajiban mahasiswa, pengenalan kampus, kegiatan untuk membangun keakraban, serta sesi berbagi bersama dosen.

Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk membantu mahasiswa baru memahami lingkungan akademik sekaligus membangun relasi sebagai bagian dari komunitas STT Paulus Medan.

Dengan demikian, PKKMB menjadi bagian awal dari proses mahasiswa mengenal kehidupan kampus dan mempersiapkan diri menjalani pendidikan tinggi.

Menjadi Garam dan Terang
Refleksi dari Matius 5:13–16 memberikan arah bagi mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan.

Pesan tentang garam dan terang mengingatkan bahwa ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada kepentingan pribadi. Pengetahuan, spiritualitas, karakter, dan kompetensi diharapkan dapat diwujudkan dalam kehidupan yang memberikan dampak bagi lingkungan.

Bagi mahasiswa STT Paulus Medan, proses pendidikan dengan demikian bukan sekadar perjalanan untuk memperoleh gelar.

Pendidikan merupakan proses panjang untuk menemukan dan membentuk diri, membangun kompetensi, mengembangkan kehidupan iman, serta mempersiapkan diri untuk hadir dan melayani di tengah gereja dan masyarakat.

Melalui PKKMB 2026, STT Paulus Medan menegaskan pentingnya membangun mahasiswa yang berintegritas, berilmu, dan berdampak.

Pesan tersebut menjadi titik awal bagi mahasiswa baru untuk menjalani kehidupan akademik dengan kesadaran bahwa apa yang dipelajari selama kuliah diharapkan tidak hanya menerangi diri sendiri, tetapi juga menjadi berkat dan membawa dampak bagi sesama. Latihlah cara berpikirmu. (Red/*)

Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini