Oleh : Hery Buha Manalu
Teologi Terintegrasi menjadi fokus utama seminar akademik yang akan diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Teologia Paulus Medan pada Sabtu, 28 Februari 2026. Kegiatan berlangsung di Le Polonia Hotel Medan mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Teologi Terintegrasi dalam seminar ini diangkat melalui tema Teologi Rasul Paulus dan Pelayanan Sosial, Integrasi Iman, Gereja, dan Masyarakat. Tema tersebut menegaskan pentingnya relasi antara refleksi teologis, integritas iman, serta praktik pelayanan gereja yang berdampak langsung pada kehidupan sosial.


Kegiatan akademik ini menghadirkan narasumber internasional dan nasional, yaitu Metropolitan Photios dari Demetrias dari Yunani, Episkop Daniel dari Nikopolis dan Asia Timur Raya, serta Humala Lumban Tobing. Kehadiran para pembicara lintas konteks gerejawi tersebut memperkuat perspektif global mengenai integrasi teologi dan pelayanan sosial.
Teologi Terintegrasi diposisikan sebagai pendekatan akademik yang menekankan bahwa teologi tidak berhenti pada kajian konseptual, tetapi harus hadir dalam praktik pelayanan nyata. Perspektif ini selaras dengan pemikiran teologi rasuli yang menempatkan iman sebagai kekuatan transformasi sosial.
Seminar ini bertujuan memperlengkapi peserta untuk memahami keterkaitan antara teologi yang benar, integritas iman, serta implementasinya dalam pelayanan gereja dan tanggung jawab sosial. Pendekatan tersebut diharapkan mendorong gereja berperan aktif dalam menjawab persoalan kemasyarakatan.
Secara akademik, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara tradisi teologi, pengalaman pelayanan gereja, dan dinamika sosial kontemporer. Diskusi lintas perspektif memungkinkan lahirnya refleksi kritis mengenai relevansi teologi Rasul Paulus dalam konteks masyarakat modern.
Teologi Terintegrasi yang diangkat oleh STT Paulus Medan menunjukkan arah pengembangan pendidikan teologi yang tidak hanya berorientasi pada pembentukan pengetahuan, tetapi juga karakter pelayanan. Integrasi iman dan tindakan sosial menjadi indikator penting kualitas pelayanan gereja masa kini.
Melalui seminar ini, STT Paulus Medan menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan teologi dalam membangun ekosistem akademik yang responsif terhadap kebutuhan gereja dan masyarakat. Forum ilmiah tersebut sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas gereja dan lintas negara. (Red/*)



