Kopi Times | Medan :
Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengantisipasi fenomena El Nino. Upaya tersebut difokuskan pada ketahanan pangan, keberlanjutan produksi, dan pengendalian inflasi di Sumatera Utara.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Iman Gunadi, menyampaikan langkah tersebut dalam kegiatan Bincang Bareng Media Ekonomi dan Bisnis di Cafe Easy Eats, Jalan Sriwijaya, Medan, Jumat, 7 Agustus 2026.
BI Sumut akan memperkuat koordinasi antisipasi El Nino karena fenomena cuaca tersebut perlu mendapat perhatian dari sisi perekonomian daerah, terutama yang berkaitan dengan pangan, produksi dan stabilitas harga.

Koordinasi daerah akan menjadi bagian dari langkah BI Sumut dalam menghadapi potensi perubahan kondisi yang dapat memengaruhi ketersediaan pangan dan kegiatan produksi.
Perhatian terhadap sektor pangan menjadi penting karena sektor pertanian memiliki peran dalam perekonomian Sumatera Utara.
Perubahan produksi juga perlu dicermati karena dapat berkaitan dengan pasokan dan perkembangan harga komoditas.
Dalam konteks tersebut, pengendalian inflasi menjadi salah satu fokus yang perlu dijaga melalui koordinasi antardaerah dan pemangku kepentingan terkait.
El Nino Jadi Perhatian di Tengah Ekonomi Sumut yang Menguat
Langkah antisipasi terhadap El Nino dilakukan ketika pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara menunjukkan peningkatan.
Dalam Bincang Bareng Media (BBM), Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M Moesa, mengatakan ekonomi Sumut tumbuh 5,06 persen pada Triwulan II 2026.
Angka tersebut meningkat dibanding sebelumnya sebesar 4,98 persen.
Menurut Ameriza, Sumatera Utara berada dalam kondisi yang cukup menguntungkan karena pertumbuhan ekonominya semakin cepat.
“Kenapa beruntung, di saat mata uang dolar menguat, sedangkan Rupiah melemah, kita justru dapat untung, yakni dari kenaikan ekspor dari 2,67 menjadi 2,89 persen, dimana harga naik, permintaan juga meningkat,” kata Ameriza.
Peningkatan ekspor menjadi salah satu faktor yang mendukung kinerja ekonomi Sumatera Utara.
Ameriza menjelaskan kondisi perang juga memengaruhi perilaku sejumlah negara pengimpor. Negara pembeli cenderung mempercepat impor untuk memperkuat persediaan barang.
“Perang gini, itu biasanya pembeli, negara, cepat-cepat menstok barang, mereka cepat-cepat impor, di sini kami lihat komoditas utama ekspor Sumatera Utara naik terutama jenis CPO,” jelasnya.
Produksi CPO dan Pertanian Ikut Meningkat
Antisipasi El Nino di Sumatera Utara juga menjadi relevan karena sektor pertanian dan produksi komoditas memiliki hubungan erat dengan perkembangan ekonomi daerah.
Ameriza mengatakan peningkatan produksi crude palm oil atau CPO turut memengaruhi kinerja industri pengolahan.
Dalam paparannya, kinerja industri pengolahan disebut meningkat dari Rp1,5 miliar menjadi Rp1,96 miliar.
Produksi CPO juga berkaitan dengan sektor pertanian sebagai penyedia bahan baku.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, sektor pertanian Sumatera Utara juga mengalami peningkatan dari 0,41 persen menjadi 1,40 persen.
“Itu intisarinya kenapa Sumatera Utara bisa bangkit,” ujar Ameriza.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian, produksi CPO, industri pengolahan dan ekspor memiliki keterkaitan dalam menopang perekonomian Sumatera Utara.
Karena itu, menjaga produksi dan ketahanan pangan menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi El Nino.
BI Sumut Jaga Pangan, Produksi dan Inflasi
BI Sumut dalam menghadapi El Nino akan meningkatkan koordinasi daerah, khususnya pada tiga aspek utama, yakni ketahanan pangan, produksi dan inflasi.
Ketahanan pangan menjadi perhatian karena ketersediaan komoditas berkaitan dengan kemampuan produksi di daerah.
Sementara dari sisi ekonomi, produksi menjadi faktor penting karena berhubungan dengan aktivitas pertanian dan industri pengolahan yang selama ini ikut mendukung pertumbuhan Sumatera Utara.
Pengendalian inflasi juga menjadi perhatian karena perubahan kondisi produksi dan pasokan dapat memengaruhi perkembangan harga.
Dengan memperkuat koordinasi daerah, BI Sumut berupaya mengantisipasi dampak El Nino agar momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga. (Red/*)



