Kopi Times | Medan :
Merchant QRISÂ di Sumatera Utara mencapai 1,8 juta merchant hingga Triwulan II 2026. Jumlah tersebut tumbuh 20,47 persen secara tahunan dan menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan pembayaran digital di tengah masyarakat.
Perkembangan tersebut disampaikan dalam pembukaan Medan DigiFest 2026 di Lapangan Merdeka, Kota Medan, Sabtu (22/8/2026).
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Didit Widiana, menyampaikan transaksi keuangan digital di Sumatera Utara terus menunjukkan pertumbuhan positif.
Tidak hanya jumlah merchant yang bertambah. Volume transaksi QRIS di Sumatera Utara telah mencapai 144 juta transaksi hingga Triwulan II 2026.

Angka tersebut tumbuh 90,53 persen secara tahunan. Sementara jumlah pengguna QRIS telah mencapai 3,2 juta pengguna, meningkat 15,99 persen secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan QRIS semakin banyak digunakan dalam aktivitas transaksi masyarakat di Sumatera Utara.
QRIS Semakin Luas Digunakan Masyarakat
Merchant QRIS yang mencapai 1,8 juta menjadi salah satu indikator perkembangan ekosistem pembayaran digital di Sumatera Utara.
Bank Indonesia menegaskan peningkatan transaksi digital bukan menjadi tujuan akhir. Digitalisasi diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah daerah.
Manfaat tersebut antara lain membuka akses ekonomi, meningkatkan efisiensi usaha, memperkuat transparansi, serta mendukung pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan publik yang semakin baik.
Bank Indonesia juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pemerintah dalam meningkatkan transaksi keuangan digital.
Komitmen tersebut sejalan dengan penyelenggaraan Medan DigiFest 2026 yang merupakan bagian dari rangkaian Pekan QRIS Nasional 2026 dengan semangat “QRISnya Satu, Menangnya Banyak.”
Semangat tersebut menggambarkan manfaat digitalisasi pembayaran yang tidak hanya dirasakan konsumen. Pelaku usaha memperoleh kemudahan dan efisiensi transaksi, sementara pemerintah daerah dapat mengoptimalkan penerimaan melalui pemanfaatan sistem pembayaran digital.
Digitalisasi Didorong Perkuat Penerimaan Daerah
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengapresiasi peran Bank Indonesia dalam mendorong implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah melalui sistem pembayaran digital.
Digitalisasi pembayaran dinilai dapat mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas penerimaan daerah.
Sinergi Bank Indonesia dan Pemerintah Kota Medan terus diperkuat melalui percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) dan perluasan kanal pembayaran digital untuk pajak serta retribusi daerah.
Komitmen tersebut turut mengantarkan Pemerintah Kota Medan meraih predikat Pemerintah Kota Terbaik II dalam Championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tahun 2025.
QResto Diperluas Bersama Tujuh Perbankan
Medan DigiFest 2026 juga menjadi momentum memperluas sejumlah inovasi sistem pembayaran digital.
Salah satunya QResto, yaitu inovasi splitting payment pajak restoran yang mendukung digitalisasi pembayaran sekaligus memperkuat pengelolaan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) restoran.
Dalam kegiatan tersebut dilakukan Kick-Off Interoperability Splitting Payment Pajak Restoran sebagai langkah awal perluasan QResto bersama tujuh perbankan.
Perbankan yang terlibat terdiri atas Bank Sumut, Bank Mandiri, BCA, BSI, BRI, BTN, dan BNI.
Melalui interoperabilitas tersebut, QResto diharapkan semakin memberikan kemudahan bagi merchant dan masyarakat sekaligus mendukung optimalisasi pengelolaan penerimaan daerah.
Parkir hingga Bus Listrik Gunakan Pembayaran Digital
Selain QResto, Medan DigiFest 2026 menjadi momentum pengembangan ParQR atau Parking Auto Revenue via QR.
Inovasi tersebut dikembangkan melalui piloting digitalisasi sistem parkir yang berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan Kota Medan.
Program lainnya adalah pemberian insentif tarif Bus Listrik Medan sebesar Rp81 bagi masyarakat yang melakukan pembayaran menggunakan QRIS selama satu minggu.
Pojok Pajak QRIS juga disediakan untuk memperluas pemanfaatan pembayaran digital.
Bank Indonesia terus mendorong pengembangan QRIS, QRIS TAP, QRIS Cross-Border, serta penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif dan terintegrasi.
Pengembangan tersebut sejalan dengan komitmen mewujudkan sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal atau CEMUMUAH.
Medan DigiFest 2026 berlangsung pada 22-23 Agustus 2026. Tahun ini menjadi penyelenggaraan keempat kegiatan tersebut.
Beragam agenda digelar, mulai dari talkshow, bazar UMKM, perlombaan, hiburan hingga konser musik yang menghadirkan musisi lokal dan artis nasional Fiersa Besari.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi UMKM dan pelaku usaha untuk memperluas pasar dan meningkatkan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital.
Dengan jumlah merchant QRIS Sumatera Utara yang telah mencapai 1,8 juta, Bank Indonesia berharap perluasan pembayaran digital terus memberikan manfaat nyata.
Digitalisasi diharapkan tidak hanya meningkatkan transaksi, tetapi juga memperluas akses ekonomi, meningkatkan efisiensi usaha, memperkuat transparansi, dan mendukung pelayanan publik yang semakin baik. (Red/*)



