BerandaDemokrasiPancasila dan Ketahanan Nasional: Nilai yang Harus Hidup dalam Kebijakan

Pancasila dan Ketahanan Nasional: Nilai yang Harus Hidup dalam Kebijakan

Kopi Times – Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara. Dalam pembangunan ketahanan nasional, nilai-nilai Pancasila juga dapat menjadi landasan untuk membangun kehidupan kebangsaan yang mampu menghadapi perubahan zaman.

Perspektif tersebut menjadi bagian penting dalam tulisan Firman Jaya Daeli mengenai pembangunan sistem ketahanan nasional dan pengembangan Lemhannas RI.

Daeli menempatkan Pancasila bersama UUD NRI Tahun 1945 sebagai landasan dalam membangun kehidupan kebangsaan, kenegaraan, dan sistem ketahanan nasional Indonesia.

Pancasila dan kehidupan nyata

Coffee banner ads with 3d illustratin latte and woodcut style decorations on kraft paper background

Menurut Daeli, nilai Pancasila perlu hadir dalam kehidupan nyata, bukan hanya dalam pidato atau kegiatan seremonial.

Nilai tersebut perlu tercermin dalam cara negara menyusun kebijakan, cara lembaga menjalankan tugas, serta cara masyarakat membangun kehidupan bersama.

Dalam konteks ketahanan nasional, nilai kebangsaan menjadi penting karena sebuah negara tidak hanya membutuhkan kekuatan material. Negara juga membutuhkan kesadaran bersama mengenai identitas dan tujuan kehidupan berbangsa.

Lemhannas sendiri memiliki tugas menyelenggarakan pemantapan nilai-nilai kebangsaan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan dan membangun karakter bangsa.

Ketahanan membutuhkan karakter

Ketahanan nasional akan sulit dibangun jika masyarakat kehilangan rasa percaya, solidaritas, dan tanggung jawab terhadap kehidupan bersama.

Karena itu, pembangunan karakter menjadi bagian dari pembahasan ketahanan nasional.

Lemhannas pada 2026 juga mengaitkan kemandirian bangsa dengan penguatan karakter dan implementasi empat konsensus dasar bangsa, termasuk Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Bagi Daeli, Pancasila perlu menjadi perspektif yang membimbing pembangunan Indonesia dalam berbagai bidang.

Pancasila di tengah perubahan

Perubahan sosial dan teknologi membawa tantangan baru bagi kehidupan kebangsaan.

Masyarakat semakin terhubung melalui teknologi digital. Informasi bergerak sangat cepat. Perbedaan pandangan dapat menyebar dalam waktu singkat.

Dalam situasi seperti itu, nilai kebangsaan menjadi penting untuk menjaga ruang bersama.

Pancasila dapat ditempatkan sebagai dasar untuk membangun kehidupan yang menghargai perbedaan, mengutamakan kepentingan bersama, serta menjaga persatuan dalam masyarakat yang beragam.

Namun, nilai tersebut tidak cukup hanya dipahami secara teoritis.

Nilai Pancasila perlu diterjemahkan dalam pendidikan, pelayanan publik, kebijakan ekonomi, kehidupan sosial, serta hubungan antarkelompok masyarakat.

Lemhannas dan pendidikan kebangsaan

Salah satu tugas Lemhannas adalah menyiapkan kader dan pemimpin tingkat nasional yang memiliki watak, moral, etika kebangsaan, wawasan nusantara, serta cakrawala pandang universal.

Mandat tersebut menunjukkan bahwa pembangunan kepemimpinan nasional tidak hanya menyangkut kemampuan teknis.

Pemimpin juga membutuhkan pemahaman mengenai identitas bangsa dan kehidupan konstitusional.

Daeli karena itu mendorong agar pengembangan Lemhannas tetap memperhatikan hubungan antara kepemimpinan, Pancasila, demokrasi, konstitusi, dan ketahanan nasional.

Nilai harus menjadi praktik

Pancasila akan memiliki makna yang lebih kuat ketika nilai-nilainya terlihat dalam tindakan.

Keadilan tidak berhenti sebagai kata ketika masyarakat memperoleh perlakuan yang adil. Persatuan tidak berhenti sebagai slogan ketika perbedaan dapat dikelola tanpa kekerasan. Gotong royong menjadi nyata ketika masyarakat bersedia bekerja bersama menyelesaikan persoalan.

Dalam perspektif Daeli, pembangunan ketahanan nasional membutuhkan proses semacam itu.

Pancasila bukan hanya fondasi ideologis, tetapi juga nilai yang perlu diterjemahkan ke dalam praktik kehidupan berbangsa.

Pada akhirnya, ketahanan nasional tidak hanya membutuhkan negara yang kuat secara kelembagaan. Indonesia juga membutuhkan masyarakat dan pemimpin yang memahami mengapa persatuan, keadilan, demokrasi, dan kepentingan bersama harus terus dijaga. (Red/*)

Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini