Kopi Times – Geopolitik Indonesia tidak hanya berbicara tentang posisi geografis sebuah negara. Di tengah perubahan hubungan antarnegara, geopolitik juga berkaitan dengan kemampuan memahami kepentingan nasional, dinamika kawasan, serta perubahan lingkungan strategis dunia.
Perspektif tersebut menjadi salah satu gagasan utama yang disampaikan Firman Jaya Daeli dalam tulisannya mengenai pembangunan sistem ketahanan nasional dan pengembangan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI).
Menurut Daeli, Indonesia membutuhkan perspektif geopolitik yang berangkat dari kepentingan dan pengalaman sejarah Indonesia sendiri. Perspektif tersebut penting untuk membaca perubahan regional dan global tanpa kehilangan arah pembangunan nasional.
Lemhannas dan pemikiran strategis

Lemhannas RI memiliki tugas membantu Presiden melalui pendidikan penyiapan kader dan pemantapan pimpinan tingkat nasional, pengkajian strategis mengenai persoalan nasional, regional, dan internasional, serta pemantapan nilai-nilai kebangsaan.
Dalam konteks itu, Daeli melihat Lemhannas sebagai institusi strategis untuk mengembangkan pemikiran geopolitik Indonesia.
Menurutnya, pemikiran hal.ini tidak seharusnya berhenti sebagai kajian akademik. Pemikiran tersebut perlu diterjemahkan menjadi wawasan yang membantu para pemimpin memahami hubungan antara kepentingan nasional Indonesia dengan perubahan lingkungan internasional.
Lemhannas sendiri memiliki sejarah panjang dalam pengembangan pemikiran strategis. Lembaga tersebut ditetapkan berdiri pada 20 Mei 1965 oleh Presiden Soekarno.
Membaca dunia dari kepentingan Indonesia
Daeli menghubungkan pembahasan ini untuk ➡Indonesia dengan pemikiran Soekarno mengenai posisi Indonesia dalam hubungan internasional.
Dalam pandangannya, Indonesia memiliki pengalaman historis sebagai negara yang memperjuangkan kemerdekaan, kedaulatan, dan hubungan internasional yang bebas serta aktif.
Karena itu, geopolitik Indonesia perlu memperhatikan hubungan antara kepentingan nasional, kawasan Asia dan dunia internasional.
Cara pandang tersebut penting karena persoalan dalam negeri semakin sering memiliki hubungan dengan perkembangan global. Perubahan ekonomi dunia, teknologi, keamanan, energi, pangan, hingga persaingan antarnegara dapat memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat Indonesia.
Lemhannas dalam sejumlah kajiannya juga menempatkan geopolitik dan geoekonomi sebagai bagian dari isu fundamental ketahanan nasional.
Tidak kehilangan identitas
Menurut Daeli, penguatan perspektif geopolitik tidak berarti Indonesia harus mengikuti cara pandang negara lain.
Sebaliknya, Indonesia perlu memiliki kemampuan untuk memahami dunia sekaligus membaca kepentingan nasionalnya sendiri.
Dalam kerangka tersebut, wawasan kebangsaan dan wawasan nusantara menjadi bagian penting. Pemimpin nasional membutuhkan kemampuan melihat Indonesia sebagai satu kesatuan, tetapi pada saat yang sama memahami perubahan yang terjadi di luar batas negara.
Gagasan ini menempatkan geopolitik bukan sebagai pengetahuan yang jauh dari kehidupan masyarakat. Geopolitik pada akhirnya berkaitan dengan keputusan mengenai bagaimana Indonesia menjaga kedaulatan, membangun kerja sama, menghadapi perubahan global, dan memperjuangkan kepentingan nasional.
Menyiapkan pemimpin yang memahami perubahan
Penguatan geopolitik juga berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia.
Lemhannas memiliki mandat pendidikan untuk menyiapkan kader dan memantapkan pimpinan tingkat nasional agar memiliki cara berpikir komprehensif, integral, dan berwawasan nusantara.
Karena itu, pengembangan geopolitik Indonesia membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memahami persoalan nasional, tetapi juga mampu membaca perubahan regional dan global.
Bagi Daeli, penguatan Lemhannas sebagai institusi pendidikan dan pengkajian strategis dapat menjadi bagian dari upaya tersebut.
Pada akhirnya, geopolitik Indonesia bukan sekadar tentang bagaimana Indonesia melihat dunia. Geopolitik juga menyangkut bagaimana Indonesia menentukan posisi, menjaga kepentingan nasional, dan membangun hubungan dengan negara lain berdasarkan kepentingan serta nilai yang diyakini bangsa. (Red/*)



