BerandaInternasionalIndonesia Didorong Jadi Penggerak Konektivitas Ekonomi Global

Indonesia Didorong Jadi Penggerak Konektivitas Ekonomi Global

Kopi Times – Perkembangan teknologi digital jadi penggerak memberikan peluang bagi Indonesia untuk memperluas hubungan ekonomi dengan negara lain. Namun, peluang tersebut membutuhkan kerja sama lintas sektor agar konektivitas yang dibangun memberikan manfaat nyata bagi perekonomian.

Pesan tersebut mengemuka dalam rangkaian FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta, 26 September 2026.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mengatakan Indonesia perlu mengambil peran lebih besar dalam penggerak perkembangan konektivitas ekonomi global.

Menurutnya, Indonesia tidak cukup hanya mengikuti perkembangan yang terjadi di negara lain. Perluasan konektivitas membutuhkan keterlibatan regulator, industri, dunia usaha, asosiasi, dan masyarakat.

Coffee banner ads with 3d illustratin latte and woodcut style decorations on kraft paper background

Kolaborasi menjadi penting karena konektivitas ekonomi dan keuangan digital menyentuh banyak sektor sekaligus.

Sistem pembayaran berkaitan dengan perdagangan, pariwisata, investasi, UMKM, teknologi, keamanan, hingga pelindungan konsumen.

Peluang dan tantangan tersebut dibahas dalam Casual Talk 1 dengan tema “Strategi dan Inisiatif Perluasan Konektivitas Ekonomi Keuangan Digital Antarnegara”.

Diskusi tersebut melibatkan perwakilan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Luar Negeri.

Pembahasan menegaskan bahwa konektivitas ekonomi dan keuangan digital antarnegara dapat menjadi sarana untuk membuka akses pasar, memperkuat perdagangan dan investasi, serta mendukung daya saing ekonomi.

Namun, perluasan konektivitas juga membutuhkan keamanan dan tata kelola yang kuat.

Hal tersebut penting agar keterhubungan sistem digital tidak hanya menghasilkan transaksi yang lebih cepat, tetapi juga tetap memperhatikan stabilitas dan kepentingan nasional.

Pengalaman QRIS Antarnegara menjadi salah satu contoh perkembangan konektivitas tersebut. Hingga Agustus 2026, QRIS Antarnegara telah terhubung dengan enam negara dan mencatat transaksi inbound wisatawan mancanegara senilai Rp6,20 triliun.

Di sisi lain, Indonesia Travel Pack 2026 memperluas pendekatan tersebut ke sektor pariwisata dengan menyediakan informasi destinasi, telekomunikasi, dan pilihan pembayaran dalam satu panduan digital.

Keduanya menunjukkan bahwa konektivitas digital dapat dibangun dari kebutuhan yang sederhana: membuat perjalanan, perdagangan, dan transaksi lintas negara menjadi lebih mudah.

Dari sana, teknologi dapat berkembang menjadi infrastruktur yang menghubungkan masyarakat dan pelaku usaha Indonesia dengan ekonomi global. (Red/*)

Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini