BerandaWisataWisatawan Mancanegara ke Indonesia Tembus 8,98 Juta

Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Tembus 8,98 Juta

Kopi Times – Kunjungan Parawisata mancanegara ke Indonesia mencapai 8,98 juta kunjungan sepanjang Januari hingga Juli 2026. Angka tersebut tumbuh 5,23 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan kunjungan wisatawan tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perkembangan pariwisata Indonesia pada 2026.

Capaian itu juga menjadi modal untuk memperkuat sektor pariwisata nasional di tengah perubahan kondisi pariwisata global.

Namun, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengingatkan bahwa pertumbuhan jumlah wisatawan tidak menjadi satu-satunya ukuran perkembangan pariwisata.

Coffee banner ads with 3d illustratin latte and woodcut style decorations on kraft paper background

Pemerintah juga mendorong peningkatan kualitas pertumbuhan sektor tersebut.

Pertumbuhan pariwisata diharapkan tidak hanya terlihat dari semakin banyaknya wisatawan yang datang ke Indonesia.

Kualitas pengalaman wisata juga diharapkan semakin baik. Pada saat yang sama, nilai tambah ekonomi perlu semakin besar dan manfaat pariwisata semakin nyata bagi masyarakat.

“Pertumbuhan pariwisata ke depan diharapkan tidak hanya tercermin dari peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga dari pengalaman wisata yang semakin berkualitas, nilai tambah ekonomi yang lebih besar, serta manfaat yang semakin nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Widiyanti.

Pemerintah melihat kondisi global sebagai bagian dari tantangan yang perlu diperhatikan dalam pengembangan pariwisata.

Ketidakpastian geopolitik, tantangan iklim, dan perkembangan kecerdasan buatan menjadi sejumlah perubahan yang disebut memengaruhi lanskap pariwisata global.

Karena itu, pertumbuhan yang sudah dicapai perlu diikuti dengan upaya menjaga dan meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia.

Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 kemudian diluncurkan sebagai salah satu referensi untuk membaca perubahan, mengenali peluang, dan mengantisipasi risiko menuju 2027.

Dokumen tersebut diharapkan membantu para pemangku kepentingan melihat perkembangan pariwisata secara lebih menyeluruh, bukan hanya dari sisi jumlah kunjungan wisatawan. (Rel/*)

Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini