BerandaDemokrasiKetahanan Nasional: Indonesia Perlu Kuat Menghadapi Dunia yang Berubah

Ketahanan Nasional: Indonesia Perlu Kuat Menghadapi Dunia yang Berubah

Kopi Times – Ketahanan nasional tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghadapi ancaman militer. Ketahanan sebuah negara juga ditentukan oleh kemampuan masyarakat dan pemerintah menghadapi perubahan ekonomi, sosial, teknologi, politik, energi, pangan, serta perkembangan lingkungan internasional.

Gagasan tersebut menjadi salah satu pokok pemikiran Firman Jaya Daeli dalam tulisannya mengenai pembangunan sistem ketahanan nasional dan pengembangan Lemhannas RI.

Dalam pandangan Daeli, ketahanan nasional perlu dibangun sebagai sebuah sistem yang menghubungkan berbagai aspek kehidupan bangsa.

Ketahanan bukan hanya urusan pertahanan

Coffee banner ads with 3d illustratin latte and woodcut style decorations on kraft paper background

Lemhannas RI menjelaskan ketahanan nasional sebagai kondisi dinamis bangsa yang mencakup berbagai aspek kehidupan nasional secara terintegrasi. Konsep tersebut mencakup kemampuan menghadapi dan mengatasi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan dari dalam maupun luar negeri.

Karena itu, ketahanan nasional tidak cukup dipahami melalui kekuatan pertahanan dan keamanan saja.

Ekonomi yang kuat, masyarakat yang memiliki ketahanan sosial, sumber daya manusia yang berkualitas, ketersediaan pangan dan energi, serta kemampuan teknologi juga menjadi bagian dari kemampuan sebuah negara untuk bertahan dan berkembang.

Lemhannas pada 2026 juga menekankan bahwa ketahanan nasional perlu memiliki daya lenting, daya tahan, daya tangkal, dan daya adaptasi menghadapi berbagai bentuk ancaman dan tantangan, baik militer maupun nonmiliter.

Dunia berubah, ancaman ikut berubah

Perubahan lingkungan strategis membuat konsep ketahanan nasional harus terus berkembang.

Persaingan ekonomi dapat memengaruhi kehidupan masyarakat. Gangguan rantai pasok dapat berdampak pada kebutuhan dasar. Perubahan teknologi dapat mengubah pola kerja dan komunikasi. Sementara perkembangan geopolitik dapat memengaruhi keamanan dan hubungan ekonomi antarnegara.

Dalam kondisi seperti itu, ketahanan nasional membutuhkan kemampuan untuk beradaptasi.

Menurut Daeli, pembangunan ketahanan nasional perlu memperkuat berbagai bidang secara bersamaan, mulai dari ideologi, politik, hukum, ekonomi, sosial budaya, pertahanan, keamanan, teknologi, hingga sumber daya alam.

Lemhannas sebagai pusat pemikiran strategis

Lemhannas memiliki mandat untuk melakukan pengkajian strategis mengenai persoalan nasional, regional, dan internasional yang diperlukan Presiden.

Peran tersebut menjadi penting ketika perubahan dunia berlangsung semakin cepat.

Pengkajian strategis memungkinkan berbagai persoalan tidak hanya dilihat dari satu sektor. Persoalan pangan, misalnya, dapat memiliki hubungan dengan ekonomi, lingkungan, energi, perdagangan, dan keamanan.

Begitu pula persoalan energi dapat berhubungan dengan industri, teknologi, investasi, geopolitik, dan kesejahteraan masyarakat.

Ketahanan membutuhkan kerja bersama

Daeli menekankan bahwa pembangunan ketahanan nasional tidak dapat dibebankan hanya kepada Lemhannas atau satu lembaga negara.

Pemerintah, lembaga negara, dunia pendidikan, dunia usaha, masyarakat sipil, serta berbagai kelompok sosial memiliki ruang masing-masing dalam memperkuat ketahanan nasional.

Pendekatan tersebut membuat ketahanan nasional tidak hanya menjadi konsep di ruang seminar.

Ketahanan nasional harus terlihat dalam kehidupan sehari-hari: masyarakat mampu memenuhi kebutuhan dasarnya, negara mampu menjaga kedaulatannya, ekonomi mampu bertahan menghadapi guncangan, dan institusi publik mampu bekerja secara efektif.

Dari konsep menjadi kemampuan nyata

Tantangan terbesar ketahanan nasional adalah mengubah gagasan menjadi kemampuan nyata.

Sebuah negara tidak cukup memiliki dokumen strategi jika masyarakat dan institusinya tidak memiliki kapasitas untuk melaksanakan strategi tersebut.

Karena itu, menurut Daeli, pengembangan Lemhannas perlu berjalan bersama peningkatan kualitas sumber daya manusia, kepemimpinan, penelitian, pengkajian, dan koordinasi antarinstansi.

Ketahanan nasional pada akhirnya bukan sekadar kemampuan bertahan ketika krisis datang. Ketahanan juga berarti kemampuan mempersiapkan diri sebelum krisis terjadi dan kemampuan beradaptasi setelah keadaan berubah.

Dengan perspektif tersebut, ketahanan nasional menjadi bagian dari pekerjaan jangka panjang untuk memastikan Indonesia tetap mampu menjaga kepentingan nasional sekaligus terus berkembang dalam lingkungan global yang dinamis. (Red/*)

Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini