BerandaEkonomi/BisnisEkonomi Indonesia, Kemandirian Jadi Bagian Penting Ketahanan Nasional

Ekonomi Indonesia, Kemandirian Jadi Bagian Penting Ketahanan Nasional

Kopi Times – Ketahanan ekonomi menjadi salah satu unsur penting dalam membangun ketahanan nasional. Negara yang memiliki kemampuan ekonomi yang kuat akan memiliki ruang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, menjaga keberlanjutan pembangunan, dan menghadapi perubahan lingkungan global.

Perspektif tersebut menjadi bagian dari gagasan Firman Jaya Daeli kemandirian mengenai pembangunan sistem ketahanan nasional dan pengembangan Lemhannas RI.

Dalam tulisannya, Daeli menghubungkan pembangunan ekonomi dengan gagasan kemandirian nasional serta kemampuan Indonesia menghadapi perubahan ekonomi global.

Ekonomi dan ketahanan nasional

Coffee banner ads with 3d illustratin latte and woodcut style decorations on kraft paper background

Ekonomi tidak berdiri sendiri dalam sistem ketahanan nasional.

Perubahan ekonomi dapat memengaruhi lapangan pekerjaan, daya beli masyarakat, pembangunan infrastruktur, kemampuan negara menyediakan layanan publik, hingga kemampuan membangun sektor strategis.

Karena itu, Daeli memasukkan pengembangan ekonomi sebagai salah satu bagian dari agenda pembangunan ketahanan nasional.

Ia juga menyoroti perkembangan ekonomi terbarukan, ekonomi hijau, dan ekonomi biru sebagai bagian dari arah pembangunan ekonomi Indonesia.

Menuju ekonomi yang lebih mandiri

Kemandirian ekonomi menjadi salah satu tema penting dalam gagasan tersebut.

Lemhannas pada Februari 2026 juga menempatkan kemandirian sebagai fondasi Indonesia menuju 2045 dan mengaitkannya dengan pangan, energi, air, pertahanan, dan ekonomi.

Kemandirian bukan berarti Indonesia tidak membutuhkan hubungan ekonomi dengan negara lain.

Indonesia tetap membutuhkan perdagangan, investasi, teknologi, dan kerja sama internasional. Namun, hubungan tersebut perlu dikelola dengan mempertimbangkan kepentingan nasional dan kemampuan ekonomi domestik.

Ekonomi hijau dan ekonomi biru

Perubahan ekonomi global juga membuka peluang baru.

Ekonomi hijau menempatkan perhatian pada kegiatan ekonomi yang lebih memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Sementara ekonomi biru berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya kelautan secara berkelanjutan.

Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, pengembangan ekonomi yang berbasis sumber daya alam membutuhkan keseimbangan antara pemanfaatan dan keberlanjutan.

Pertumbuhan ekonomi tidak cukup diukur dari seberapa besar aktivitas ekonomi meningkat.

Pertanyaan lainnya adalah apakah pertumbuhan tersebut menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, memperkuat masyarakat, dan menjaga sumber daya yang dibutuhkan generasi berikutnya.

Teknologi mengubah peta ekonomi

Digitalisasi juga menjadi bagian dari perubahan ekonomi.

Teknologi dapat membuka peluang bagi usaha kecil dan menengah untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Digitalisasi juga dapat mempercepat layanan, memperbaiki pengelolaan data, dan meningkatkan efisiensi berbagai kegiatan ekonomi.

Namun, perubahan teknologi juga membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengikutinya.

Karena itu, pembangunan ekonomi harus berjalan bersama pembangunan pendidikan dan keterampilan.

Geoekonomi semakin penting

Perubahan ekonomi global juga memiliki hubungan dengan geopolitik.

Lemhannas dalam kajian strategisnya menempatkan geoekonomi sebagai salah satu isu yang berkaitan dengan ketahanan nasional, bersama geopolitik, hilirisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, konsolidasi demokrasi, dan reformasi sistem politik.

Artinya, kebijakan ekonomi tidak dapat sepenuhnya dipisahkan dari perkembangan hubungan internasional.

Perdagangan, investasi, energi, teknologi, sumber daya alam, dan rantai pasok dapat memiliki dampak strategis terhadap posisi sebuah negara.

Indonesia karena itu membutuhkan kemampuan membaca perubahan ekonomi global sekaligus memperkuat fondasi ekonominya sendiri.

Pertumbuhan yang memberi manfaat

Pada akhirnya, pembangunan ekonomi harus kembali kepada masyarakat.

Ekonomi yang kuat bukan hanya tentang angka pertumbuhan. Ekonomi juga berbicara tentang pekerjaan, pendapatan, kesempatan usaha, akses terhadap kebutuhan dasar, serta kemampuan masyarakat meningkatkan kualitas hidup.

Dalam perspektif Daeli, penguatan ekonomi menjadi bagian dari pembangunan Indonesia yang lebih mandiri dan tangguh.

Dengan menghubungkan ekonomi, teknologi, sumber daya manusia, pangan, energi, dan geopolitik, ketahanan ekonomi dapat ditempatkan sebagai bagian dari sistem ketahanan nasional secara lebih menyeluruh.

Indonesia tidak hanya membutuhkan ekonomi yang tumbuh. Indonesia membutuhkan ekonomi yang mampu menghadapi perubahan, memberi ruang bagi masyarakat untuk berkembang, serta mendukung kepentingan nasional dalam lingkungan global yang terus bergerak. (Red/*)

Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini