BerandaBerita/DaerahSinergi Kebijakan Digital Dorong Ekonomi Lebih Inklusif dan Produktif

Sinergi Kebijakan Digital Dorong Ekonomi Lebih Inklusif dan Produktif

Kopi Times | Jakarta :
Sinergi kebijakan ekonomi dan keuangan digital menjadi bagian penting untuk memastikan transformasi digital tidak berhenti pada penggunaan teknologi, tetapi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menilai inovasi Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia melalui QRIS dan BI-FAST telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Namun, menurut Agus, digitalisasi harus ditempatkan sebagai bagian awal dari proses transformasi yang lebih luas.

“Digitalisasi adalah pintu masuk transformasi. Tapi transformasi tidak berhenti di digitalisasi. Pertanyaan besarnya, apakah menghadirkan kesejahteraan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” ujar Agus Harimurti Yudhoyono.

Coffee banner ads with 3d illustratin latte and woodcut style decorations on kraft paper background
Infrastruktur Jadi Penopang Transformasi Digital

Transformasi ekonomi dan keuangan digital membutuhkan dukungan infrastruktur yang mampu menghubungkan masyarakat, wilayah, pasar, dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.

Infrastruktur digital yang cepat dinilai perlu berjalan bersama dengan pembangunan infrastruktur fisik.

Keterhubungan kedua jenis infrastruktur tersebut menjadi penting agar manfaat digitalisasi tidak hanya terkonsentrasi pada wilayah tertentu.

Dengan sistem yang semakin terkoneksi dan terintegrasi, transformasi digital diharapkan mampu mendorong produktivitas ekonomi, memperkuat hubungan antarmasyarakat dan antarpelaku usaha, serta mendukung pemerataan pembangunan.

Agus menekankan bahwa ukuran keberhasilan transformasi tidak cukup dilihat dari tingkat penggunaan teknologi.

Transformasi juga perlu dinilai dari kemampuannya dalam menghadirkan kesejahteraan yang lebih adil dan berkelanjutan bagi masyarakat.

QRIS dan BI-FAST Dinilai Beri Manfaat Nyata

QRIS dan BI-FAST menjadi dua inovasi yang mendapat perhatian dalam pengembangan ekonomi dan keuangan digital Indonesia.

Agus Harimurti Yudhoyono mengapresiasi inovasi yang dikembangkan Bank Indonesia bersama ASPI tersebut.

Kehadiran QRIS dan BI-FAST dinilai telah memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dalam aktivitas pembayaran dan transaksi digital.

Meski demikian, pengembangan ekonomi digital tetap membutuhkan pendekatan yang lebih luas.

Digitalisasi perlu terhubung dengan pembangunan ekonomi, infrastruktur, konektivitas wilayah, dan kebutuhan masyarakat.

Bank Indonesia Dorong Sinergi Kebijakan

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan pentingnya sinergi kebijakan ekonomi digital agar proses transformasi mampu memberikan dampak nyata.

Menurut Destry, pembangunan ekosistem digital nasional membutuhkan infrastruktur yang terhubung dan memiliki standar yang mampu digunakan bersama.

“Kami mengusung semangat Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa untuk menyatukan infrastruktur digital nasional, menghubungkan sektor usaha, sektor keuangan, dan pemerintah, serta membangun standar agar seluruh ekosistem terkoneksi dan berbicara dalam bahasa yang sama,” ujar Destry.

Pendekatan tersebut diarahkan untuk membangun hubungan yang lebih kuat antara sektor usaha, lembaga keuangan, pemerintah, industri sistem pembayaran, dan masyarakat.

Prinsip 3I Perkuat Ekonomi Keuangan Digital

Bank Indonesia juga mendorong transformasi digital melalui prinsip 3I, yaitu Impactful, Inklusif, dan Integratif.

Prinsip Impactful menekankan pentingnya digitalisasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian.

Prinsip Inklusif diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan ekonomi dan keuangan digital.

Sementara itu, prinsip Integratif menekankan pentingnya membangun sistem yang semakin terkoneksi antara berbagai sektor dan pemangku kepentingan.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi digital yang tidak berjalan sendiri-sendiri.

Sektor usaha, sektor keuangan, pemerintah, asosiasi, pelaku industri sistem pembayaran, dan masyarakat perlu berada dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

Sinergi Merah Putih Jadi Penguat Kolaborasi

Sinergi Merah Putih juga menjadi bagian penting dalam penguatan ekonomi dan keuangan digital nasional.

Sinergi tersebut melibatkan Bank Indonesia, Pemerintah, asosiasi, pelaku industri sistem pembayaran, dan masyarakat.

Kolaborasi diperlukan agar inovasi digital tidak hanya berkembang dari sisi teknologi, tetapi juga memiliki arah yang jelas dan memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi.

Melalui sinergi tersebut, pembangunan infrastruktur digital diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan konektivitas ekonomi dan pembangunan infrastruktur fisik.

Tujuannya adalah menciptakan transformasi digital yang lebih terintegrasi dan menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat.

Digitalisasi Harus Bermuara pada Kesejahteraan

Pesan penting dalam pengembangan ekonomi dan keuangan digital Indonesia adalah bahwa digitalisasi bukan tujuan akhir.

Teknologi menjadi sarana untuk membangun aktivitas ekonomi yang lebih produktif, memperluas konektivitas, dan membuka akses masyarakat terhadap layanan ekonomi dan keuangan.

Karena itu, keberhasilan transformasi digital perlu dilihat dari manfaat yang dirasakan masyarakat.

Penguatan infrastruktur, sinergi kebijakan, standar digital yang terintegrasi, serta kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting untuk mencapai tujuan tersebut.

Dengan pendekatan yang berdampak, inklusif, dan terintegrasi, ekonomi dan keuangan digital diarahkan untuk mendukung produktivitas, konektivitas masyarakat, serta pembangunan yang semakin merata. (Red/*)

Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini